Tugas Digital Marketing Yang Harus Kamu Pahami


Semenjak pandemi, banyak perusahaan yang memaksimalkan pemasaran melalui digital karena semakin berkurangnya aktivitas offline, khususnya perusahaan startup. Oleh karena itu, minat dan kebutuhan perusahaan terhadap para digital marketer semakin meningkat. Hal itu yang membuat digital marketing menjadi salah satu pekerjaan yang paling diminati sepanjang tahun 2020-2021.

Pekerjaan di bidang digital marketing juga sangat diminati karena gaji digital marketing yang cenderung tinggi. Namun, untuk dapat bekerja di posisi digital marketing di suatu perusahaan bukan lah hal yang mudah. Proses penerimaan mulai dari seleksi berkas sampai wawancara di bidang digital marketing yang sulit, mengharuskan kamu untuk melakukan persiapan yang matang.

Jika kamu tertarik untuk mempelajari keahlian digital marketing, maka hal pertama yang harus kamu pahami adalah jenis pekerjaan atau tugas digital marketing itu sendiri. Setelah mengetahui tugas digital marketing, kamu dapat memilih jenis apa yang paling menarik untuk dipelajari.

Jenis Digital Marketing Secara Umum

Seorang marketer harus memahami berbagai strategi digital marketing untuk menyusun strategi pemasaran yang paling sesuai dengan target atau tujuan perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengalaman kerja seorang digital marketer meliputi berbagai macam startegi marketing yang harus dikuasai. Sebagai permulaan, mari kita pahami strategi marketing secara garis besar.

Sebagaimana dikutip dari journal RevoU, terdapat klasifikasi penting dalam Digital Marketing, yaitu Acquisition vs Retention Channels dan Paid vs Organic Channels.

  • Jalur Akuisisi dan Jalur Retensi

Acquisition Channels atau Jalur Akuisisi adalah upaya marketing untuk menarik pelanggan atau audience untuk pertama kalinya. Contohnya seperti upaya untuk membuat pelanggan mengunduh aplikasi yang kamu inginkan.

Sementara Retention Channels atau jalur retensi adalah upaya marketing untuk membuat seseorang terus melakukan aktivitas atau transaksi yang diinginkan. Contohnya seperti upaya untuk membuat seseorang melakukan pembelian di Tokopedia untuk ke-2, ke-3 dan kesekian kalinya.

  • Jalur Berbayar dan Jalur Organik

Strategi akuisisi dan retensi sebelumnya termasuk jenis strategi digital marketing paling umum. Namun pada prakteknya, strategi pemasaran online terbagi lagi berdasarkan cara dan fokus yang digunakan untuk melakukan upaya marketing. Pembagian tersebut secara garis besar terbagi menjadi Paid Channels dan Organic Channels.

Paid channel adalah jenis strategi digital marketing ketika perusahaan perlu membayar sejumlah dana kepada pihak ketiga untuk beriklan. Contoh Paid Channel adalah strategi iklan menggunakan Facebook Ads, Google Ads, atau Shopee Ads. Perusahaan perlu membayar sejumlah dana untuk menggunakan platform pihak ketiga tersebut untuk beriklan.

Sedangkan Organic Channel adalah ketika perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana spesifik kepada pihak ketiga untuk beriklan. Contoh dari jalur organik ini adalah strategi pemasaran melalui sosial media secara organik (tidak menggunakan fitur iklan yang ditawarkan oleh pihak ketiga).

Perusahaan biasanya akan memaksimalkan pembuatan konten dan meningkatkan keterlibatan pelanggan dengan brand melalui sosial media seperti Facebook dan Instagram.

Paid Traffic- Paid Search
contoh paid traffic / paid search

Faktor Penting dalam Memilih Strategi Digital Marketing

Tugas digital marketing tentunya tidak mengharuskan seorang digital marketer untuk melakukan semua jenis strategi yang ada. Perlu ada analisis awal dan penyesuaian yang dilakukan untuk memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan tujuan atau goal yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, mari kita pelajari tiga faktor penting yang harus kita pertimbangkan sebelum memilih strategi digital marketing yang paling sesuai.

  • Skalabilitas: Besarnya channel marketing harus sesuai dengan target pemasaran

Sejauh ini Google dan Facebook Group adalah dua marketing channel paling besar di dunia. Google menempati mesin pencari atau search engine paling banyak digunakan dan Facebook Group (termasuk instagram) adalah sosial media yang paling banyak digunakan di dunia.

Oleh karena itu, sudah sangat umum jika seorang digital marketer harus memahami cara kerja Google dan Facebook. Dengan memahami cara kerjanya, seorang marketer dapat menyusun strategi lanjutan untuk memasarkan produk/ jasa yang ada.

Untuk suatu channel, semakin besar dan fleksibel, semakin bagus pula channel tersebut, karena kamu dapat menggunakannya seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan penjualan.

Di sisi lain, jika suatu channel memiliki memiliki skalabilitas yang kecil, maka kamu hanya dapat menggunakannya sampai pada titik tertentu saja. Hal ini sangat tidak ideal karena kamu harus mencari channel lain untuk digunakan begitu kamu mencapai titik jenuh (yang berarti kamu harus membuat strategi baru, yang akan memakan waktu dan menghabiskan biaya).

  • Penargetan: Klasifikasi pelanggan atau audiens

Tugas digital marketing tentunya tidak lepas dari upaya mengklasifikasi pelanggan yang berpotensi besar untuk menggunakan jasa atau produk yang kita tawarkan.

Untuk  memaksimalkan aktivitas digital marketing, maka kamu perlu menyusun & merencanakan sasaran target pasar, dimana ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah biaya yang dikeluarkan.

Jika produkmu mempunyai segmen pasar orang-orang berpenghasilan tinggi, sedangkan menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah maka kamu hanya menghambur-hamburkan biaya iklan saja.

Hal yang sama akan terjadi jika kamu menjual produk kamu pada area tertentu. Akan menjadi sia-sia jika kamu mengiklankan produk kamu di Surabaya padahal produkmu hanya dijual di Jakarta.

Pada umumnya, terdapat 2 garis besar jenis penargetan online, yaitu Behavioral Targeting dan Demographic Targeting.

Pertama adalah Behavioral targeting dimana penargetan berdasarkan niatan seseorang untuk membeli produk atau layanan tertentu melalui tindakan yang mereka lakukan.

Misalnya, jika seseorang ingin membeli baju, orang tersebut mungkin terlebih dahulu membandingkan harga baju tersebut di antara toko-toko online untuk melihat toko online manakah yang menjual dengan harga lebih murah.

Ini adalah salah satu contoh di mana kamu dapat menjangkau orang tersebut dengan beriklan di Google pada kata kunci atau keyword tertentu. Iklanmu dapat muncul setiap kali seseorang melakukan pencarian dengan keyword yang sesuai dengan produkmu.

Yang kedua adalah Demographic Targeting, dimana kamu dapat menargetkan calon pelanggan berdasarkan demografi dan ketertarikan mereka. Contohnya kamu bisa menargetkan calon konsumen mu secara spesifik seperti tinggal di Depok, berkuliah di Universitas Indonesia, dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap fashion.

Kelebihan menggunakan Demographic Targeting dibanding Behavioral Targeting adalah kamu dapat langsung mencapai target pengguna tanpa perlu menunggu mereka melakukan suatu tindakan.

Namun kelemahannya adalah target kamu semakin lama akan semakin terbiasa dengan iklan kamu dan akan semakin jarang mengklik karena tidak ada niatan membeli yang akan memicu iklan kamu.

Paid Search vs Organic Search
Paid Search vs Organic Search

Kelebihan dan Kekurangan

Setelah mengetahui tentang beberapa jenis strategi digital marketing dan faktor penting untuk memilihnya, mungkin kamu bertanya-tanya lebih strategi apa yang lebih baik. Apakah melalui platform berbayar (paid marketing), atau yang tanpa menggunakan jasa iklan dari pihak ketiga (organic marketing)? Jawabannya, tergantung!

 

Tugas digital marketing mengharuskan kamu untuk memilih strategi paling tepat sesuai dengan goal atau tujuan marketing yang telah ditetapkan. Nah untuk menambah pengetahuanmu ketika hendak memilih strategi marketing, kamu perlu tahu kelebihan dan kekurangan strategi tersebut.

  • Kelebihan Paid Marketing vs Organic Marketing

Contoh paid marketing adalah iklan digital yang dilakukan dengan menggunakan platform Facebook Ads, TikTok Ads, LinkedIn Ads, dan lain sebagainya. Startegi digital marketing jenis ini memiliki kelebihan dimana hasil yang diinginkan dapat didapatkan dalam jangka waktu yang singkat.

Oleh karena itu, strategi ini cocok untuk tujuan marketing yang ingin dicapai dalam waktu singkat. Contohnya, jika salah satu target marketing di perusahaanmu adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan baru dalam waktu 3 bulan, maka paid marketing akan lebih cocok karena hasilnya yang dapat dilihat dalam waktu dekat.

Sementara itu, organic marketing memerlukan waktu yang relatif lama sampai akhirnya dapat menunjukkan hasil. Digital marketer juga harus secara konsisten untuk mengembangkan sosial media atau websitenya dengan sungguh-sungguh agar pada akhirnya mendapat hasil yang maksimal.

  • Kekurangan Paid Marketing vs Organic Marketing

Paid Marketing memang dapat menunjukkan hasil yang instan, namun jika kamu hanya terpaku pada penggunaan Paid Marketing bahkan untuk tujuan jangka panjang, maka biaya yang dikeluarkan akan sangat membengkak dan bisa jadi keuntungan yang diperoleh perusahaan pun tidak maksimal.

Oleh karena itu, Organic Marketing adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tujuan marketing dalam jangka panjang. Contohnya, jika target marketing di perusahaanmu adalah untuk meningkatkan jumlah penjualan sampai dengan 100% dalam waktu 1 tahun dengan biaya terbatas, tentunya tidak mungkin jika kamu hanya mengandalkan iklan berbayar atau paid marketing.

Nah, disinilah kelebihan organic marketing. Jika kamu melakukannya dengan baik dan konsisten, walaupun hasil awalnya akan lama terlihat, namun keuntungan yang didapatkan dalam jangka panjang bisa jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan menggunakan strategi paid marketing.

Paid Search: Kelemahan dari paid search adalah sering terjadi perubahan pola algoritma dari mesin iklan sehingga pengiklan harus terus riset & mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Nah, sekarang kamu sudah tahu gambaran umum mengenai tugas digital marketing. Walaupun terlihat rumit, sebenarnya kamu tidak perlu menguasai semuanya. Kamu bisa mempelajari dasar dari setiap strategi, kemudian memilih satu jalur atau channel marketing yang paling menarik untuk dipelajari.

Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk bagikan artikel ini kepada temanmu yang juga tertarik untuk mempelajari digital marketing. Bingung mulai dari mana? Niatin aja dulu! Mulai dari baca-baca informasi mendasar tentang digital marketing, atau mungkin kalau kamu butuh motivasi lebih, bisa lihat juga nih informasi gaji digital marketing yang mungkin akan buat kamu lebih semangat untuk belajar. Semangat!

Bagikan ke temanmu!
Default image
niat.id

Leave a Reply