Persiapan Wawancara Kerja di Bidang Digital Marketing


Semakin meningkatnya aktivitas digital dan semakin luasnya penggunaan internet membuat berbagai pekerjaan online, khususnya di bidang digital marketing semakin dicari dan dibutuhkan di berbagai perusahaan.

Hal tersebut juga dibuktikan dari data LinkedIn yang menyatakan bahwa pekerjaan digital marketing merupakan jenis pekerjaan yang paling banyak diminati dan dicari.

Tingginya rata-rata gaji di bidang digital marketing juga menjadi alasan semakin meningkatkan ketertarikan banyak orang untuk mempelajari digital marketing. Oleh karena itu, jika kamu juga ingin menjadi seorang digital marketer, kamu harus memiliki persiapan yang matang. Mulai dari mempelajari berbagai skill yang dibutuhkan, meningkatkan pengalaman kerja, hingga memaksimalkan persiapan wawancara kerja yang tidak mudah.

Dalam keseluruhan rekrutmen kerja di bidang digital marketing, proses wawancara atau interview menjadi salah satu tahap yang paling penting karena wawancara merupakan tahap akhir yang akan menjadi penentu apakah seorang pelamar akan diterima atau tidak.

Oleh karena itu, persiapan wawancara kerja di bidang digital marketing yang tidak dapat disepelekan atau dilakukan secara sembarangan. Ada berbagai macam hal yang harus kamu siapkan sebelum menghadapi pewawancara. Berikut persiapan wawancara di bidang digital marketing yang harus kamu perhatikan dengan baik:

Pahami apa yang dicari tahu oleh pewawancara

Dalam melakukan persiapan wawancara, kamu harus memahami terlebih dahulu tujuan dari wawancara agar kamu dapat mengetahui apa saja yang harus kamu siapkan sebelum tahap wawancara diadakan.

Dalam menentukan siapa pelamar yang akan diterima, setidaknya ada tiga hal yang akan dicari tahu oleh pewawancara dalam proses interview, antara lain:

  • Kecocokan antara karakteristik pelamar dengan persyaratan yang diperlukan

Ketika meloloskan pelamar dari seleksi berkas, biasanya perusahaan akan melihat seberapa cocok cv atau resume serta portofolio pelamar dengan persyaratan yang harus dipenuhi dalam suatu jabatan.

Nah dalam proses wawancara, pewawancara akan memastikan lebih lanjut kecocokan tersebut dengan menanyakan berbagai pertanyaan tentang CV dan uraian pekerjaan yang telah diinformasikan sebelumnya.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan bahwa kamu paham dengan persyaratan jabatan yang ada serta memastikan bahwa berbagai informasi di CV yang kamu buat dapat dipertanggung jawabkan.

  • Kepribadian pelamar

Selain mencari tahu sejauh mana kemampuan pelamar dalam bekerja, pewawancara juga akan mencari tahu bagaimana kepribadian pelamar. Memahami kepribadian pelamar akan menunjukkan gambaran etos kerja yang akan ditunjukan pelamar jika ia menjadi salah satu pekerja atau karyawan dalam perusahaan tersebut.

Ada banyak contoh pertanyaan kepribadian yang dapat ditanyakan oleh seorang pewawancara. Biasanya pertanyaannya akan dimulai dengan meminta kamu untuk menceritakan secara singkat tentang dirimu sendiri, menanyakan manajemen waktu yang biasa kamu gunakan dan bagaimana kamu biasanya bekerja dalam sebuah tim. Untuk mempelajari lebih lanjut jenis pertanyaan kepribadian yang sering kali muncul, kamu bisa baca artikel dari Glints ini.

  • Informasi tambahan yang diperlukan bagi perusahaan

Pada umumnya, segala kriteria pada persyaratan jabatan atau job description tidak sepenuhnya terjawab pada CV atau portofolio pelamar. Oleh karena itu, pewawancara akan memastikan sejauh mana pelamar memenuhi berbagai kriteria yang dituntut dalam persyaratan jabatan.

Agar dapat menjawab pertanyaan pewawancara dengan baik, kamu harus memahami kriteria yang dibutuhkan perusahaan dan mempersiapkan bukti yang dapat menunjukkan bahwa kamu dapat memenuhi kriteria tersebut.

Jika kamu tahu sudut pandang pewawancara dengan memahami tujuan mereka mewawancaraimu, kamu akan memahami berbagai hal penting yang harus dilakukan untuk memaksimalkan persiapan wawancara di bidang digital marketing. Yuk, kita pelajari poin penting lainnya yang harus kamu siapkan sebelum interview.

Pelajari informasi umum tentang perusahaan yang kamu lamar

Persiapan wawancara di bidang digital marketing tidak bisa dilalui tanpa melakukan riset tentang perusahaan yang kamu lamar. Mengetahui berbagai informasi tentang perusahaan tidak hanya akan membantu kamu untuk memahami apa yang dicari oleh perusahaan, namun juga akan membuatmu terlihat menonjol dibandingkan dengan pelamar lainnya.

Jika kamu menunjukan pemahaman terhadap perusahaan dengan baik, pewawancara akan melihat antusiasme serta ketertarikanmu terhadap posisi yang kamu lamar serta melihat kemampuanmu dalam memahami studi kasus sehingga kemungkinan untuk diterima akan semakin meningkat.

Berikut informasi tentang perusahaan  yang harus kamu cari tahu sebelum melakukan wawancara menurut Careerbuilder:

  • Jenis, fokus bisnis dari perusahaan

Hal pertama yang harus kamu ketahui adalah apa yang dilakukan oleh perusahaan. Jika di bidang digital marketing, kamu harus tau fokus dari perusahaan tersebut, industri apa yang perusahaan tersebut tekuni, dan informasi umum lainnya terkait ranah bisnis perusahaan tersebut. Memahami hal tersebut akan memperlihatkan kepedulian kamu terhadap perusahaan yang akan kamu lamar.

  • Job desc dan kriteria dari posisi yang kamu lamar

Meskipun selama wawancara kamu akan diberikan informasi secara khusus mengenai job desc atau detail pekerjaan yang akan kamu lakukan, kamu tetap harus mencari tahu lebih dahulu berbagai informasi tentang posisi yang kamu lamar. Hal tersebut akan membantu kamu untuk mengetahui apa saja nilai yang akan kamu tawarkan kepada perusahaan tersebut.

  • Nilai-nilai Perusahaan

Mempelajari ranah bisnis perusahaan tidaklah cukup, kamu juga harus mengetahui mengapa mereka berfokus pada bisnis tersebut. Dengan mengetahui nilai yang dipegang suatu perusahaan, kamu tidak hanya akan mengesankan pewawancara, tapi kamu juga akan mengetahui sejauh mana keselarasan nilai yang dimiliki oleh perusahaan dengan nilai yang kamu miliki.

  • Klien perusahaan

Memahami klien atau basis pelanggan perusahaan seperti siapa yang menggunakan produk dan layanan perusahaan, akan memperlihatkan bahwa kamu berpengetahuan luas karena memahami pelanggan perusahaan dan kebutuhan mereka. Hal itu juga akan semakin membuat kamu menonjol jika dibandingkan dengan lainnya.

  • Informasi atau berita terbaru tentang perusahaan

Mengetahui informasi terbaru tentang perusahaan akan memberikan kesan yang lebih besar. Luangkan waktu untuk mencari tahu apa yang telah dilakukan perusahaan akhir-akhir ini, dan kamu akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ke mana arah perusahaan dan posisinya di industri. Misalnya, apakah perusahaan meluncurkan produk atau layanan baru? Atau apakah baru-baru ini menerima pengakuan atau penghargaan? Dan pertanyaan lainnya.

  • Sumber untuk mendapatkan informasi tentang perusahaan

Ada beberapa sumber yang bisa menjadi sumber informasi tentang perusahaan yang sedang kamu lamar, antara lain:

  • Situs web perusahaan (khususnya di halaman “About Us” atau “Tentang Kami”)

  • Sosial media milik perusahaan

  • Situs review perusahaan (seperti Glassdoor, Jobstreet, dll)

  • Berita google

Pelajari berbagai pertanyaan yang biasa ditanyakan dalam wawancara

Sebelum kamu melakukan wawancara pada posisi yang kamu inginkan, baik magang maupun full-time, sudah ada jutaan orang yang pernah mengalami hal serupa dan telah membagikan pengalaman mereka di internet. Tidak hanya itu, banyak juga manajer rekrutmen atau pihak HRD yang membagikan kiat-kiat wawancara untuk posisi tertentu.

Kini, tugasmu untuk mencari tahu dan menuliskan kembali berbagai pertanyaan penting yang mungkin muncul pada wawancara yang akan kamu lalui. Kamu bisa mencari tahu secara langsung di mesin pencari google seperi “contoh pertanyaan wawancara untuk content marketing” atau “contoh pertanyaan kerja tentang kepribadian”, dan lain sebagainya.

Dengan mencari tahu berbagai kemungkinan pertanyaan, kamu akan merasa lebih siap. Namun ada satu hal yang harus kamu ingat, yaitu jangan menghafal jawaban yang dituliskan di internet. Akan jauh lebih baik untuk mempelajari pola jawaban yang diinginkan pewawancara dan membuat jawaban versi kamu yang sudah melewati berbagai riset sebelumnya. Dengan demikian, persiapan wawancara yang kamu lakukan akan lebih matang.

Siapkan pertanyaan kepada pewawancara

Ketika wawancara kerja, kamu tidak hanya menjawab pertanyaan namun juga dapat mengajukan pertanyaan pada pewawancara. Biasanya, di akhir sesi wawancara, pewawancara selalu memberikan kesempatan kepada kandidat untuk bertanya. Ternyata, bertanya kepada pewawancara akan membuatmu terlihat, antusas, tertarik, dan lebih ingin terlibat dengan perusahaan.

Walaupun demikian, kamu harus memikirkan dengan baik-baik pertanyaan apa yang ingin kamu tanyakan. Kamu tidak boleh menanyakan sembarang pertanyaan seperti “Apakah setelah interview ini saya akan pasti diterima?”, atau pertanyaan yang dapat membuatmu terlihat malas dan kurang riset seperti “Siapa CEO perusahaan ini?”.

Daripada itu, kamu bisa menanyakan detail dari tugas digital marketing yang akan kamu lakukan jika kamu diterima seperti “Jika saya diterima, apa pekerjaan yang akan langsung saya lakukan pada beberapa minggu pertama?”. Pertanyaan tersebut dapat membuatmu terlihat sangat antusias untuk memulai pekerjaan.

Kamu juga dapat menanyakan bagaimana budaya kerja di perusahaan seperti “Sudah berapa lama Anda bekerja diperusahaan ini dan apa yang paling Anda sukai selama bekerja di perusahaan ini?”. Pertanyaan tersebut akan menunjukkan bahwa kamu ingin melihat sejauh mana kenyamanan bekerja di perusahaan dan tidak hanya tertarik dengan posisi dan bayaran yang ditawarkan.

Melalui persiapan wawancara yang matang, kamu dapat melalui proses wawancara dengan percaya diri dan dan meningkatkan probabilitas penerimaan kerja di perusahaan yang kamu inginkan. Proses riset sebelum wawancara ini mungkin tidak akan mudah, tapi dengan niat yang tinggi dan usaha yang konsisten, kamu pasti bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Semangat!

Bagikan ke temanmu!
Default image
niat.id

Leave a Reply